Langsung ke konten utama

Postingan

SEJARAH PEMBANGUNAN KOMPLEK STADION SEGIRI

STADION SEGIRI DI BANGUN Berlokasi di jalan Kesuma Bangsa Dahulu areal ini hanyalah sebuah persawahan dan kebun penduduk sekitar ,mereka bertani bercocok tanam menanam padi ,sayuran ,dsb.  Di sebelah sisi timur dan selatan ada sebuah perbukitan kecil yang dijadikan sebagai Tempat pemakaman atau Kuburan waga Tionghoa., Setelah akan dilaksanakan kegiatan pembangunan komplek olah raga maka di awal tahun 70 an ma kam-makam ini dipindahkan secara bertahap ke Jalan Merdeka dahulu daerah ini bernama daerah SUPIDA satu. Dimulai setelah di lantiknya Walikota HM. KADRIE OENING oleh Gubernur ABDOEL WAHAB SJAHRANIE pada 23 Oktober 1967 pembangunan di kota Samarinda mulai mengeliat dan cukup cepat, selain melakukan pembangunan jalan-jalan raya kota, gedung perkantoran dan salah satunya adalah membangun tempat sarana dan Prasarana Olah raga yang berlokasi di Jalan Kesuma Bangsa. Proyek pembangunan sarana olah raga seperti gedung Sport Hall , Lapangan Sepak bola dan Ko...

Perahu penjual Makanan wadai di Sungai Mahakam

Aktivitas jual beli di atas kapal perahu, sedikit agak sangat mirip dengan pasar terapung di daerah Kalimantan selatan,...kalau di sungai Mahakam penjualnya rata-rata seoarang Laki-laki. Pembelinya sesama penumpang kapal, ABK ,,Makanan yang dijual adalah penganan tradisional,  Ada wadai Untuk-untuk, Roti pisang ,Bingka, Nasi Kuning, Roti, dan juga bisa pesan minuman Teh, kopi ,dan sebagainya. Dulunya di tahun 1960-1990 an jajaan dikapal perahu kecil ini selalu ramai berseliweran di sungai Mahakam ,suara hiruk pikuk  bertransaksi oleh penjual melayani pembeli di atas kapal maupun di Dermaga.  Sangat diSayangkan sekali budaya  ini, di zaman sekarang sudah tergerus. Sarapan nasi kuning lawan teh panas d pelabuhan speed sapulidi (Gambar Abdul Wahid) Inilah Sisa sisa dari sedikit penjaja wadai yg masih exis di sungai mahakam.  lokasi sungai lais. #Riwayat sungai mahakam #

Pembangunan Istana Kerajaan Kutai di Tenggarong

Istana atau Keraton kerajaan Kutai terletak di Propinsi Kalimantan timur ,tepatnya di kota Tenggarong Kabupaten Koetai Kertanegara .  Posisinya tepat menghadap ke Sungai Mahakam ,halaman depan sangat luas terawat dengan baik dengan kedalaman kurang lebih 80 meter dan di zaman Sekarang ini telah dijadikan sebuah Museum oleh pemerintah. Gambar Keraton Tenggarong tahun 1940’an HADIAH DARI PEMERINTAH KERAJAAN BELANDA Pemerintah kerajaan Belanda ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada Sultan kerajaan Kutai atas jasa besar yang diperlihatkan untuk kepentingan nasional (Kepentingan Nasional negara Belanda) . Pada setahun sebelumnya pihak Belanda sudah mengubungi dua Kontraktor terkenal berasal dari Mogestorm yang telah banyak melaksanakan pembagunan di Kalimantan dan menyerahkan rencana pembangunan istana baru yang akan dibangun dihalaman yang ada ,dan dimana garis-garis ukuran utama telah ditunjukan oleh kantor pekerjaan lanskap. kedua perusahaan meminta arsitek untuk me...

MUSO SALIM

Muso Salim adalah pejuang yang berasal dari daerah Muara kaman ( Kalimantan Timur ), beliau mempersatukan diri kedalam rombongan pejuang yang 70 orang itu, yang di SABINTULUNG sudah mengikat diri masing-masing menjadi satu ikatan, satu tujuan dan satu tindakan. Dalam jumlah keluarga besar yang bermukim untuk sementara di tempat itu, di sediakanlah tempat untuk mereka misalnya :  Penduduk Sabintulung bergotong royong membuat pondok-pondok untuk pejuang yang 70 tersebut, Pondok-pondok tersebut sengaja di buat di dalam hutan , tetapi tidak jauh dari perkampungan warga dan lokasi ini sangat tersembunyi dan sukar diketahui karena tersembunyi. kalau siang hari pasukan Merah putih tinggal di pondok-pondok itu untuk bersembunyi, sedangkan kalau malam hari para pejuang itu agak leluasa menempati rumah-rumah yang telah disediakan di kampung yang berdekatan.  

SAMARINDA SEBELUM PERANG DUNIA KE 2

Tahun 1930 Jauh sebelum tahun 1930-an Samarinda hanyalah merupakan sebuah kota kecil, yang hanya dipimpin oleh Asisten Residen Belanda yang mempunyai wewenang sebagai wakil dari pemerintah Hindia-Belanda .  Dari sini kapal-kapal Kroninklijke Paketvaarts Maatschappij (KPM) secara teratur waktunya mengangkut keluar daerah hasil-hasil hutan. Ikan asin,minyak kelapa, dan lain-lain hasil bumi.  Dari pelabuhan Balikpapan di ekspor minyak bumi dari yang kasar sampai kepada yang tinggi kwalitas dan mutunya. Untuk timbal baliknya memenuhi kebutuhan daerah, kapal-kapal tersebut kembali dengan membawa bahan makanan , tekstil , barang kelontongan dan lain-lainnya. Penduduk asli Kalimantan Timur adalah juga penduduk asli Kalimantan, yaitu suku Dayak. suku ini juga terbagi lagi dari berbagam macam, misalnya suku Dayak Bahau, Iban , Kenyah , Punan dan lain-lain. Suku Banjar berasal dari Kalimantan selatan yang juga , yang sudah turun-temurun mendiami daerah ini. Suku Bugis berasal da...

PERISTIWA TELUK LERONG SAMARINDA 1947

PERANG GERILYA DI SAMARINDA P ada suatu malam di  tanggal 25 Januari 1947 , Para pejuang  Perebut kemerdekaan di Samarinda bergerak dalam jumlah yang cukup besar menuju  arah kampung Teluk Lerong ( Sekarang didepan Teluk Lerong Garden)  untuk mendatangi salah satu rumah di Gunung Habang yang diduga akan melakukan sebuah pesta. Pasukan gerilya berjumlah kira-kira 30 orang telah sampai ke Lokasi,, kawan-kawan pejuang mereka sambil merayap di jalan mereka sangat berhati-hati dan waspada dalam melakukan penyerangan ini .      D i antaranya  pejuang tersebut terdapat nama-nama seperti Thahir Timor, Sandiau, Edjek, Herman Roentoerambi, Bantjet, Darham, Madi kawis, Djohan, Basri, Sarigadin, Sehan, dan lain-lain.            Ini gambar  Rumah eks Peristiwa Teluk Lerong (Gambar tahun 1977)         Sebagaimana biasa EDJEK ( ex Mantan anggota M.P di Balikpapan ) memegang sen...

SAMARINDA DI ZAMAN JEPANG

Berita pasukan Jepang sudah mendarat di Balikpapan sudah diterima di Samarinda. Asisten Residen VAN AARST, Sebagai wakil dari Gubernur yang berkedudukan di Banjarmasin. Pada tanggal 3 Pebruari 1942 , Di pagi hari itu pada bekerja sebagai mana biasa bersama seluruh Staf nya. hanya saja persiapan penyerahan kekuasaan sudah dilakukan.sebuah peta, sebuah berkas dan sebuah tas berisi dokumen-dokumen penting, seikat kunci , seluruh bawahan yang dikumpulkannya dikatakan bahwa mungkin sore nanti tentara Jepang sudah memasuki Samarinda dan mereka harus menunggu kedatangannya itu, dan menyerahkan kekuasaan sebagaimana mestinya sikap sebuah pemerintahan yang kalah terhadap yang menang berperang. bilamana tentara Jepang sungguh-sungguh memegang Undang-undang Internasional, maka mereka akan selamat. Tetapi bila benar militerisme Jepang adalah Fasis, Ya., dan Samarinda  akan tau sendiri bagaimana nantinya. Gambar Kantor pusat Jepang di Samarinda tahun 1945  Memang benar ...