Langsung ke konten utama

Postingan

Samarinda 1950-1960 an

 SAMARINDA 1950-1960 an Pasca Kedaulatan RI Republik Indonesia Medeka Sudah tak ada lagi aktifitas  bergerilya untuk melawan penjajah.,negeri ini sudah aman & tentram ...,Kehidupan sosial Masyarakat kembali Normal ,,tak ada lagi ketakutan, tak ada lagi menenteng senjata api  ,Tidak lagi menjadi bangsa yang tertindas,,,,Oleh sebab itu  maka untuk menyambung kehidupan selanjutnya para penduduk atau para Veteran pejuang kemerdekaan  yg ada di  Samarinda mendapat pekerjaan' salah satunya adalah mengelola tempat pengasapan Karet . Gambar  Penyortiran dan Pengepakan Karet asap diSamarinda tahun 1950 an Dahulu Samarinda hanyalah kota kecil , rata-rata penduduknya bermukim ditepi sungai dan sebahagian besar daerah kampungnya masih berupa hutan, semak belukar masih merayap disekitar rumah warga,,, sawah  dan ladang milik para petani  ada dimana-mana.  Daerah ini memiliki tanah yg cukup subur untuk ditanami beberpa jenis  tanaman ,,misaln...

Citra Niaga dimasa lalu

NOSTALGIA CITRA NIAGA TAHUN 1990 an Setelah diresmikan pada 27 Agustus 1987 Citra Niaga menjadi lokasi Favorit masyarakat Samarinda  untuk dikujungi, sebelumnya daerah ini bernama Taman Hiburan Gelora (THG)  Berada di jalan Niaga Utara kota Samarinda, Bentuk bangunan yang sangat indah dan  masih serba baru , Kontruksi bangunannya memadukan seni arsitektur Tradisional dan modern. Gambar Citra Niaga tahun 1990 an Sebagai pusat perbelanjaan dan hiburan yang populer pada saat itu ,,Masyarakat berbagai golongan dari warga kota sampai ujung dan sudut kota Samarinda hadir,  tumpah-ruah'  terkadang kadang saling berdesak-desakan ,,,anak muda ,orang tua ,kakek,nenek ,,anak kecil .  Taksi Colt (angkot) hilir mudik ,bolak-balik dan silih berganti mengatar penumpangnya ditepi atau sisi jalan kawasan Citra Niaga. Disiang hari dihalaman depan panggung utama terkadang ada ditampilkan berbagai jenis hiburan seperti atraksi sulap, Tukang obat dengan aksi akrobat mistis. Dis...

Berakhirnya pendudukan Jepang di Kalimantan Timur

ZAMAN  JEPANG  DI SAMARINDA DAN  BALIKPAPAN Didalam masa kekuasaan bangsa lain ,demikianlah Bangsa Indonesia dijajah oleh impirialisme Jepang ,,dengan slogan mereka "DEMI  KEMAKMURAN  ASIA  TIMOER  RAJA". Berawal ditahun 1942 pemerintahan sipil mulai berjalan agak lancar pada tahun-tahun pertama didaerah ini, karena penduduk sudah benar-benar sadar akan arti hukuman ala militer Jepang ini. Beberapa tahun kemudian dimasa pendudukan Jepang, Pada mulanya uang logam (Alumanium) dari negara Matahari terbit itu yang mengantikan Uang De Javansche Bank sedikit-demi sedikit ditarik dari peredaran.       Sistem distribusi mulai diterapkan, karena bahan Pangan kian hari semakin sulit dijumpai, ditambah lagi dengan kedatangan para Rhomusha dari pulau Jawa.        Para tenaga kerja dari luar  daearah yang dipindahkan kedaerah ini tanpa diberikan Jaminan hidup yang memadai, sangat jauh dari rasa kemanusiaan dan akhi...

Musisi Band Samarinda tahun 1990 an

PENGALAMAN  PENULIS Samarinda 1992 Dengari Kisah ulun naah mengenai foto ini ,,di waktu zaman Abege ,,baru lulus SMA. Hingar binggar Musik ROCK Indonesia di zaman itu ,,Banyak Grup Band  yang bermunculan di tanah air. Termasuk Kami anak muda  di Samarinda gak mau jua ketinggalan juga dalam Hal ini. Dalam pertemuan dan obrolan yang singkat di sepakati dan membentuklah kami Band kecil yang hanya sekedar menyalurkan Hoby.., Yang tak memiliki peralatan lengkap ,andai kalau mau latihan terpaksa pergi ke studio Rental persewaan alat Band. Flay Rock Band Samarinda 1992 Yang  baju putih dan megang gitar warna merah itu ulun sambil beroko cerutu,, di grup Band kecil ini ulun hanya sebagai personil cabutan atau cadangan ,pemain  lead Guitar sebenarnya adalah si Dody yg pergi meningalkan kota Samarinda karena kuliah di salah Universitas di Malang......,,,Hanya kurang lebih 6 bulan saja ulun bergabung  dari grup Band  ini lalu keluar membentuk Ban...

Sejarah Surat Kabar di Kalimantan Timur

SURAT  KABAR DI SAMARINDA  DAN  BALIKPAPAN Dibidang persurat-kabaran sejak permulaan tahun 1920 an, hingga menjelang Proklamasi kemerdekaan di tanah air, dapat dikatakan satu-persatu berdiri dan terbit. Tujuannya adalah untuk memupuk kesadaran kalangan. masyarakat Kalimantan Timur.       Koran ini  Penyebarannya dan penjualannya melalui tempat-tempat yang mudah dikunjungi masyarakat seperti didalam dan di luar kota. 1.  PERSATOEAN Adalah surat kabar yang pertama-tama kali terbit di Ibu kota Kalimantan Timur tahun 1920 an.       Dipimpin oleh seorang Jurnalis dari luar daerah yaitu bernama  SAJOETI  LOEBIS yang berasal dari Sumatra Barat ,,juga sebagai pendiri perkumpulan islam MUHAMADIJJAH cabang Samarinda. 2.  PERASAAN  KITA Adalah nama Surat kabar tandingan dari koran "PERSATOEAN". Dipimpin oleh  A.A.  KESOEMO  WIRO ..,Surat Kabar ini terbit secara berkala kemudian berubah menjadi m...

Peristiwa Sungai Pinang - Solong 1947

SAMARINDA 1945-1949 Dimasa perjuangan merebut Kemerdekan di Samarinda dan sekitarnya banyak sekali  peristiwa-peristiwa Tragis yang memilukan,,,dengan kembali nya NICA  BELANDA ,Hidup di negeri sendiri tetapi tidak merasakan kebebasan,,rakyat kecil merasa hidupnya tidak tenang, di bayangi rasa ketakutan ,ketidak tentraman hidup ,,selalu merasa kegundahah rasa  kegelisahan,,,selalu di awasi oleh  Bangsa penjajah . KISAH  JEMBATAN  III  GAWAT Jembatan III adalah penghubung antara Kota menuju, ke pedalaman,  terletak disebelah utara  dan di bawahnya mengalir sungai yang bernama Sungai Karang Mumus. Dari arah kota melalui jalan Sungai Pinang (Sekarang antara Jalan Lambung Mangkurat dan Jln Ahmad Dahlan) dari arah jembatan III bisa menuju ke pedalaman Solong berjarak kira-kira 1,5 KM, dari sini ke Barat dengan melewati SEPINANG ,TAMINDUNG ,SEGIRI, SEMPAJA akan tembus ke pedalaman Lok Bahu  ,Sedangkan dari arah SOLONG menuju arah Timu...

Sekolah Tionghoa Pertama di Samarinda

Cerita singkat Orang-orang Tionghoa mulai membaur dan menetap sebagai bagian dari keberagaman masyarakat di Tanah air., Mereka tinggal diberbagai kota-kota besar di Indonesia termasuk kota Samarinda. Dalam perkembangannya orang-orang Tionghoa di Samarinda ada yang mendirikan beberapa paguyuban atau suatu perkumpulan antar sesama mereka ,seperti perkumpulan Guang Dong ,dsb Selain dari pada itu orang Tionghoa  juga perduli dengan mutu pendidikan yang ada di Samarinda ,pada saat itu cuman ada sekolah-sekolah Belanda,,anak-anak masih banyak yang  tidak sekolah,,masih buta huruf,,,,,,untuk itu mereka juga ingin  mendirikan sebuah Sekolah       Pada tahun 1906 didirikanlah untuk pertama kali sebuah Sekolah Dasar khusus anak-anak Tionghoa didaerah ini ,bernama Sekolah Chung kwa Chung Hui ,  Sekolah ini berbasis atau belatar belakang di kampung orang china (China Town) dan  letaknya di sekitar jalan pelabuhan Samarinda (Sekarang menjadi Hotel Ibi...