Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Berakhirnya pendudukan Jepang di Kalimantan Timur

ZAMAN  JEPANG  DI SAMARINDA DAN  BALIKPAPAN Didalam masa kekuasaan bangsa lain ,demikianlah Bangsa Indonesia dijajah oleh impirialisme Jepang ,,dengan slogan mereka "DEMI  KEMAKMURAN  ASIA  TIMOER  RAJA". Berawal ditahun 1942 pemerintahan sipil mulai berjalan agak lancar pada tahun-tahun pertama didaerah ini, karena penduduk sudah benar-benar sadar akan arti hukuman ala militer Jepang ini. Beberapa tahun kemudian dimasa pendudukan Jepang, Pada mulanya uang logam (Alumanium) dari negara Matahari terbit itu yang mengantikan Uang De Javansche Bank sedikit-demi sedikit ditarik dari peredaran.       Sistem distribusi mulai diterapkan, karena bahan Pangan kian hari semakin sulit dijumpai, ditambah lagi dengan kedatangan para Rhomusha dari pulau Jawa.        Para tenaga kerja dari luar  daearah yang dipindahkan kedaerah ini tanpa diberikan Jaminan hidup yang memadai, sangat jauh dari rasa kemanusiaan dan akhirmya mereka diabaikan ,tidak lama  kemudian mereka menjadi gelan

Musisi Band Samarinda tahun 1990 an

PENGALAMAN  PENULIS Samarinda 1992 Dengari Kisah ulun naah mengenai foto ini ,,di waktu zaman Abege ,,baru lulus SMA. Hingar binggar Musik ROCK Indonesia di zaman itu ,,Banyak Grup Band  yang bermunculan di tanah air. Termasuk Kami anak muda  di Samarinda gak mau jua ketinggalan juga dalam Hal ini. Dalam pertemuan dan obrolan yang singkat di sepakati dan membentuklah kami Band kecil yang hanya sekedar menyalurkan Hoby.., Yang tak memiliki peralatan lengkap ,andai kalau mau latihan terpaksa pergi ke studio Rental persewaan alat Band. Flay Rock Band Samarinda 1992 Yang  baju putih dan megang gitar warna merah itu ulun sambil beroko cerutu,, di grup Band kecil ini ulun hanya sebagai personil cabutan atau cadangan ,pemain  lead Guitar sebenarnya adalah si Dody yg pergi meningalkan kota Samarinda karena kuliah di salah Universitas di Malang......,,,Hanya kurang lebih 6 bulan saja ulun bergabung  dari grup Band  ini lalu keluar membentuk Band di grup lainnya ,lalu setelahnya

Sejarah Surat Kabar di Kalimantan Timur

SURAT  KABAR DI SAMARINDA  DAN  BALIKPAPAN Dibidang persurat-kabaran sejak permulaan tahun 1920 an, hingga menjelang Proklamasi kemerdekaan di tanah air, dapat dikatakan satu-persatu berdiri dan terbit. Tujuannya adalah untuk memupuk kesadaran kalangan. masyarakat Kalimantan Timur.       Koran ini  Penyebarannya dan penjualannya melalui tempat-tempat yang mudah dikunjungi masyarakat seperti didalam dan di luar kota. 1.  PERSATOEAN Adalah surat kabar yang pertama-tama kali terbit di Ibu kota Kalimantan Timur tahun 1920 an.       Dipimpin oleh seorang Jurnalis dari luar daerah yaitu bernama  SAJOETI  LOEBIS yang berasal dari Sumatra Barat ,,juga sebagai pendiri perkumpulan islam MUHAMADIJJAH cabang Samarinda. 2.  PERASAAN  KITA Adalah nama Surat kabar tandingan dari koran "PERSATOEAN". Dipimpin oleh  A.A.  KESOEMO  WIRO ..,Surat Kabar ini terbit secara berkala kemudian berubah menjadi minggu'an dengan nama " BENDAHARA  BORNEO". 3.  SORAK  "SOE

Peristiwa Sungai Pinang - Solong 1947

SAMARINDA 1945-1949 Dimasa perjuangan merebut Kemerdekan di Samarinda dan sekitarnya banyak sekali  peristiwa-peristiwa Tragis yang memilukan,,,dengan kembali nya NICA  BELANDA ,Hidup di negeri sendiri tetapi tidak merasakan kebebasan,,rakyat kecil merasa hidupnya tidak tenang, di bayangi rasa ketakutan ,ketidak tentraman hidup ,,selalu merasa kegundahah rasa  kegelisahan,,,selalu di awasi oleh  Bangsa penjajah . KISAH  JEMBATAN  III  GAWAT Jembatan III adalah penghubung antara Kota menuju, ke pedalaman,  terletak disebelah utara  dan di bawahnya mengalir sungai yang bernama Sungai Karang Mumus. Dari arah kota melalui jalan Sungai Pinang (Sekarang antara Jalan Lambung Mangkurat dan Jln Ahmad Dahlan) dari arah jembatan III bisa menuju ke pedalaman Solong berjarak kira-kira 1,5 KM, dari sini ke Barat dengan melewati SEPINANG ,TAMINDUNG ,SEGIRI, SEMPAJA akan tembus ke pedalaman Lok Bahu  ,Sedangkan dari arah SOLONG menuju arah Timur akan sampai menuju kampung SAMBUTAN dan terus k

Sekolah Tionghoa Pertama di Samarinda

Cerita singkat Orang-orang Tionghoa mulai membaur dan menetap sebagai bagian dari keberagaman masyarakat di Tanah air., Mereka tinggal diberbagai kota-kota besar di Indonesia termasuk kota Samarinda. Dalam perkembangannya orang-orang Tionghoa di Samarinda ada yang mendirikan beberapa paguyuban atau suatu perkumpulan antar sesama mereka ,seperti perkumpulan Guang Dong ,dsb Selain dari pada itu orang Tionghoa  juga perduli dengan mutu pendidikan yang ada di Samarinda ,pada saat itu cuman ada sekolah-sekolah Belanda,,anak-anak masih banyak yang  tidak sekolah,,masih buta huruf,,,,,,untuk itu mereka juga ingin  mendirikan sebuah Sekolah       Pada tahun 1906 didirikanlah untuk pertama kali sebuah Sekolah Dasar khusus anak-anak Tionghoa didaerah ini ,bernama Sekolah Chung kwa Chung Hui ,  Sekolah ini berbasis atau belatar belakang di kampung orang china (China Town) dan  letaknya di sekitar jalan pelabuhan Samarinda (Sekarang menjadi Hotel Ibis) Guru-guru yang mengajar pun kebany

Toko Distribusi Membantu Perjuangan di Samarinda

Sebelum kita membicarakan nama-nama Toko distribusi yang membantu para pejuang perebut kemerdekaan di didaerah kota Samarinda dan sekitarnya ,ada baiknya kita awali dahulu dengan hal-hal kecil yang juga membantu  perjuangan di bangsa ini, salah satunya Warung-warung atau kedai kecil. Pihak pedukung pemerintah republik Indonesia menampakan diri kepada pihak lawan yaitu penjajah. Bahwa mereka yang berdaya-upaya dibidang politik, terutama yang tergabung didalam satu wadah berbentuk Partai politik Yaitu  IKATAN  NASIONAL  INDONESIA (I N I) , baik yang berada di Balikpapan dan Samarinda. Dalam hal ini mereka bekerja keras mengumpulkan dana ,yang dimasa itu tidak serta-merta meminta,,semua pendanaan dikumpulkan dengan cara yang halal, ,akan tetapi menyerahkan segala sesuatunya kepada kalangan orang-orang yang memiliki harta kekayaan yang lebih  dan mau menyumbangkan sebagian harta mereka dengan kesangupan dan sesuai kemanpuan mereka.     Dalam hal ini sifatnya dilakukan secara berkala